Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

"tidak ada pahlawan"

"tidak ada pahlawan"

dipikiran kita,
orang hilir mudik,
beri janji, beri harap,
beri nyawa, beri berhala.

yang mati dibangunkan,
yang hidup ditidurkan,

lalu tulis berita dengan reklame panjang,
dan sejumlah media surat kabar,
bahwa pahlawan kita sudah datang....

manaa....TIDAK ADA....tuh....!!!

+++
Dahan
Bdg, 11-08-2011

Berat

BERAT

bulan memaki jalan buram
tersemai serakan bait nan hitam
menggugat takdir yang kelam
saat jiwa raga hampir karam

jeratan pilu terus menghantui
tersimpuh pada malam yang sepi
bukan sebuah harmoni
mereka bilang itu ironi

gelap beri warna makin pekat
diujung mimpi yang terikat
tertunda nyanyian sang malaikat
otak ini semakin berkarat.....

--08/2011
K.O

DIALOG MALAM :.

DIALOG MALAM :.
oleh Mart Ana Suliandari

DIALOG MALAM antara Mart Ana Suliandari dan kang Bontot Sukandar


** Malam adalah lembar waktu yang berulang

Memelukiskan banyak peristiwa berbeda

Namun bersuara dikeheningannya

Resah rasa

Gelisah ingin

Kesedihan

Lamun rindu

Juga kenang bahagia

Ketika petang dipenggal gelap

Larut yang makin tua menyergap banyak makna

Bukankah gulita kerap mengusung gulungan ingat

Pada saat yang telah terlampau

Hingga menuju hari berikutnya..?

Pun mulut hati berbisik tentang syukur

Juga pertobatan akan kesalahan dalam sehari

Itulah malam

Itulah makna yang melampir hari

Itulah keheningan agung

Yang mampu memetik puisi dilarik aksara

Bersama sahabat


- - Malam membekukan darahku

Menenggelamkan nalarku dalam sunyinya


+ +Tuliskan puisi pada langit

Agar tak sepi rembulan sendiri

Tebarkan dilautan

Agar tak membuncah dalam sepi


- - Hanya suara beep smsmu menyadarkan sepi

Tepi hening memenggal malam

Dengan pisau dingin bergagang bosan


+ + Sambil batuk kunyalakan bara

Agar tak sedingin dingin

Sambil kantuk kunyalakan bara

Agar tak sebosan bosan

Kunyalakan barabara

Kuhitung mundur harihari hanya sendiri


- - Aku hanya butuh pijar

Yang mampu menyulut gejolak ujar

Menguntai merjan malam dengan temali hati

Dalam katup bibir diam sejati


+ +Tak enggan meletakkan kepala di bantal

Sedang hati tak enggan memintal

Merajut sepi agar tak kelam

Sembari meniup seruling dendangkan malam

Kunyalakan katakata

Kuhisap sebatang malam

Kuhembuskan kalimat

Agar malam tak hanya malam


- - Seolah waktu tak mampu mengikatmu

Melangitkan debar di lingir malam

Tarian kehilangan ketukan

Suara terenggut udara

Lalu detik-detik kurus berlarian

Tatapanmu menyesak

Mendesak

Terus memadatkan angin

Hingga tak kudengar teriakanku sendiri



Catatan :

(- -) Ana

(+ +) Kang Bontot

yang aku mampu

yang aku mampu

ada canda
ada keluh
ada tawa
ada kecewa
ada tangis
ada serapah
ada perseteruan
yang dirangkai oleh aksara
yang setiap hari
muncul di dindingku

aku ikut bahagia
kalau ada yang bahagia
aku turut sedih
kalau ada yang bersedih
aku jadi prihatin
kalau ada perseteruan
dan sumpah serapah
aku ingin menolong
bila ada yang bersusah
tentu saja yang aku bisa

yang aku lebih nelangsa
mamandang carut marut negriku
dan aku hanya mampu berdoa

didiek soepardi ms
12 agustus 2011

GIGI

GIGI

Ingin kali abang menitipkan sebuah parcel untukmu gigi, sebuah apa yang mesti kau buka kala kekalahan yang kau temui di re tak langkah kakimu nemukan kerikil,sebuah apa yang mesti kau bungkus kala kebahagian yang kau rasai di relung hatimu nemukan dinding, mawar merah yang tumbuh di setiap musim, hujan bulan juni dalam syair kakek sapardji, mata kucing dalam lirik syair burung rendra,kado yang sama dalam bait k.efendi, tubuh pucat dalam kulkas joko pinurbo, anjing bermata embun dalam kepala afrizal malna.

Nyeri kadang tumbuh, saat kau mengatup rapat,saat pula kau menjelma celengan tanah tempat segobang demi segobang perih datang dan pergi darimu, membukalah, sebab bintang-bintang bernyayi di langit malam meskipun awan tebal melindap meredeng - redeng, apakah kau tahu, saat parcel itu kau buka?, barangkali seluruh kesedihanku akan tumpah ke dalam matamu, meskipun kau tak mampu terkatup dan setia merekah seumpama kunang-kunang di malam hari yang saban waktu merindu kembali ke petala bintang-gemintang cemerlang selamanya.

.2011

LETIH DAN MATI

LETIH DAN MATI

menanti ajal sambil belajar mimpi
persetan dengan kemurnian
lepaskan segala kemunafikan
berpijak pada langkah pasti
kebebasan jangan pernah terpatri
ujung tanduk menyisahkan amarah
kala jiwa haus dipadang tandus
bungkam segala asa
lelah terpaksa temui nyata
sisakan jarum dalam nadi
perih, pedih lantas mati...!!!!

---08/2011
K.O

GETAR SHUBUHKU

GETAR SHUBUHKU

Dingin menyeruak diantara udara
berdetak
shubuh memanggil hatiku bicara
lambat laun kudengar pula
nyanyian firdaus
hujan asmaNya ditelinga
belalakkan mata
ayunkan langkah setengah paksa
menujuNya

disaat semua maya bergerak
disanubari cuaca
shubuhku mengirim getar sinyal surga
tanpa banyak cerita dan doa
ia memberi sepotong warna
harumnya jiwa merdeka
dari belenggu ikatan iblis durjana

Ku nikmati sekhusyuknya.
Menandai pagi dengan airmata
dan himpunan raut doa
dikalam yang serpihkan rasa cinta
pada sang Maha Cinta.
DIA.

JKT,130811
AIN SAGA

untaian kasih

untaian kasih

helaan nafas adalah symphony rindu
yang tersimpan dan terperam dalam kalbu
kar'na tak cukup ruang 'tuk mengartikan
dan melukisnya
di kedalaman anganku
tentangmu

dan mentaripun
memeluk lembut hangat dirimu
bersama embun yang setia
menemani pagiku
menata hari bersamamu

sapa pagiku
tak lagi melukai jiwamu
sebab malam indah memeluk mimpi
semburat jingga di timur
tersenyum indah
menyapa sepoi angin
pembawa rindu

terimakasih kekasih
dalam sapamu
ku temukan kasih begitu indah

sapa pagimu
membuatku beranjak
dari tidur malamku
dan lembut sapaku
menyejukkan beranda hatimu
meronakan warna pipimu
hingga tersipu memandangku
oh kekasihku

semalam kau kusapa
lewat selimut
yang kau tebar untuk kita berdua
dan dalam dekap
kita menghangatkan malam
di bawah purnama
yang mengintip lewat jendela

pagi ini
rona merona wajahmu
pipimu memerah jambu
bagai mentari pagi yang tersipu
menyongsong hari
kar'na kita masih berbalut selimut

raisa - ayano - nadz - lis - didiek ms
13 agustus 2011

LUKISAN SENJA

LUKISAN SENJA

Masih hangat kurasakan senyuman bintang
yang terpatri di raga penuh getar
kau datang menukar tawa
pelukan dan secangkir cinta
saat airmataku
memanggilmu
sepenuh rindu

kini senja berhias kabut putih
disepanjang jalan aku pulang
rengkuh semua impian
yang tertinggal dan karam
disela bebatuan

menyisakan isak lirih tembang kesunyian
kala terbanyang
malam suram tanpa kelembutan
dan kasih sayang yang pernah
kureguk sempurna di pundakmu.

Senja ini jadi kelabu tanpa senyumanmu.

Jakarta,140811
ain saga

SEPI

SEPI

Bila sepi menghampiri
tak ada suara bertanya lagi
di dinding jiwa
semua diam terhempas gurat sepi
meredam mimpi dan tumbuhkan tunas hari

sepi ini menghujam hati
membelahnya jadi sepenggal misteri
yang kerap ditangisi
atau disyukuri adanya.

Biarkan begini dan semesta akan
mengamini.
Menuju pagi.

Jakarta,150811

Ain Saga

RAUT HATI

RAUT HATI

kusimpan senyummu Jingga
kuabadikan tawa
kuhias setiap nyala gemintang
kau pun lelap di paruh rindangku

bila pagi datang
hatimu menanti pulang
lihatlah rautan hati
yang kumiliki sedari tadi

ada namamu terukir indah
meski jarak ini lumpuhkan raga
namun jiwa beraga sukma
kau seakan didepan mata
dan berpeluk asa
selamanya.

Jkt,150811
AIN SAGA

PUJA

PUJA

ada telaga
setelah jalan yang kering
sentuh ragu
sejuk sampai dalam
sejenak lupa
sekejap ingat
kerinduan menuntun
dulu yang bersama
sekarang yang terpisah

terus berjalan
meski tak tau
oh memang tak perlu tau
bila tlah musnah harapan
tentu kan sampai

Salatiga Agustus 2011

Kedai Ibu Tua

Kedai Ibu Tua

masih saja,
berkeliaran menebar teror
menciptakan ketakutan

hakikat PANCASILA
hakiki kemerdekaan
di bungkam atas nama keyakinan

kedai- kedai kehidupan
porak poranda di terjang angkara
sisakan ibu tua menangis ketakutan

bersujud,
di atas kitab tanpa terjemahan
pada kekerasan dan kesewenang-wenangan
ia meratap meminta kemanusiaan yang hilang

"merdeka"

"merdeka"

hari merdeka
hari pesta raya
bagimu...

hari duka
tanpa cita
apalagi cinta
bagiku...

siapa pemilik merdeka??
bangsa miskin terkatung
dalam tempurung
hanya mengdongkrak
sedikit alis mata
para tamu dipesta raya

kita merdeka
kita yang mana
jangan bilang kita
jika ternyata
hanya ada kamu dan dia
bukan aku dan kami
tapi kalian...

uparaca hanya ritual
kecup pipi kanan kiri
setelah itu
bubar jalan....

Tengok lah
diluar pagar besimu
si miskin meminta
sedikit saja rasakan
indahnya bercinta
dengan yg namanya merdeka

Dahan,
Bdg, 15082011

"tertikam marah"

"tertikam marah"

harga diri mengalir diselokan darah,
nafas ada di perahu dayung,
sendiri berlabuh tanpa kemudi,
awaknya mati suri tertikam marah,
saat itu, akal adalah sebongkah emas...

lihatlah... elang simata tajam,
memantau gerak gerik camar,
sayapnya mengepak menghalau cahaya,
dan membawa angin pergi,
menjauh dari rongga dada...

+++
Dahan
Bdg, 12-08-2011

PUNGLOR CENDANA

PUNGLOR CENDANA

Kepak sayap berbulu ledang
Mematuk sore di rekah putik,
Paruh itu kerap berujar sendu
Sebelum angin senja melindap pulang;
Di dekatku,rumpun teratai binal
Yang belum pernah kau dengar
Nama dari habitatnya

Dan aku tak inginkan bunga
Sebab niat hati demikian terbakar
Agar kuberi padamu sebuah judul
Nyanyian abstrak "punglor cendana"
Yang belum pernah kau dengar
Nama dari habitatnya

-"punglor cendana" adalah sejenis burung punglor dari pulau Timor

andai matahari mencumbu rembulan

andai matahari mencumbu rembulan

Andai kau rembulanku
andai matahari adalah aku
kan kucumbu kau dengan cahayaku

kau adalah rembulan
dan aku matahari
apiku akan membakarmu
hingga membara asmaramu
lantas kita bercumbu di lazuardi
berpeluhkan bintang bintang

didiek soepardi ms
16 agustus 2011

orkestra

orkestra

Bagai jemari pianis
ingin kumainkan symphony di tubuhmu
bagai pemain violin
ingin kugesek malammu
bagai gitaris
ingin kupetik dawai-dawai hatimu
dan bagai konduktor
akan kugubah madah asmara
yang akan membuat kita berlayar
di lautan gairah

didiek soepardi ms
16 agustus 2011

DURHAKA

DURHAKA

dipelataran sunyi
ku terhempas tak berdiri
memaki, memuji dan mengkaji
tentang kaki ibu
sejauh jalan ia berdarah
tentang keringat ayah
selama kuat ia tegak...
ku kais sisa nasehatmu
ku ukir dalam kegelapanku
kumaki saat sadarku
aku adalah durhaka...
wahai ENGKAU penguasa jagat
sampaikan sujudku
tentang khilaf ini padanya....

---08/2011
K.O

Buatmu Jenderal Sudirman, Kukisahkan Hikayat Perjuangan Kami

Buatmu Jenderal Sudirman, Kukisahkan Hikayat Perjuangan Kami
Karya ; Husni Hamisi

Di sebuah siang yang sial, ikan-ikan berenang dengan sendirinya, tiga ekor kecil melompat menggelepar pada sudut mata, meluncur meninggalkan riak gelombang di kolamku yang pasang, musim penghujan meruapkan banjir menggenang ingatanku. Kemerdekaan, pohon itu berkibar menjatuhkan helai-helai kisah keserakahan anak negeri ini. cita-citamu membusuk menguraikan diri di dasar kolam, rumah ikan-ikan kecil rakyat jelata yang berenang - renang kelaparan.

Jendral, tulang-tulangmu pernah kulihat berkibar,putih berapi-api, ceceran darahmu pernah kulihat berkobar, merah menyala-nyala, saat mereka, anak-anak negeri ini merayakan pesta pemilihan itu. Kulihat kau bangkit dalam orasi mereka, negeri ini kaya jendral, kata mereka memanah kami dengan harapanmu, kolam darah yang kau tampung dari tubuh - tubuh pahlawan tanpa nama, tanpa pangkat, tanpa jabatan meluber ke dada kami, mata - mata kami. di sebuah siang, saat pesta musiman itu mereka rayakan.

Jendal, kubayangkan suara pekik merdeka mengaum membahana, saat kau dengan selengan keris menusuk langit mengocarngacirkan asa para penjajah, biar darah menetes ke tanah patang surut kami kembali. Allahu Akbar, bambu - bambu runcing menjatuhkan tank keserakahan penjajah. Allahu Akbar, bedil - bedil rakitan memuntahkan cinta tanahair menghantam keserakahan penjajah. maka,

Di sebuah siang yang sial, anak-anak pemilihan itu datang dengan kisah keserakahan yang kau perangi dahulu kala, anak-anak pemilihan itu datang dengan cinta tuk menjajah cita - citamu lagi, melawan kami, ikan - ikan kecil yang berenang di kolam air yang selalu pasang, Allahu Akbar, ikan - ikan ini terus melawan meskipun tak pernah terdengar berita, dengan bambu doa yang meruncing kutukan darah. sampai nanti, sampai mereka yang menyiakan citamu itu terkubur terbenam, berkumpul denganmu di alam sana.

Padamu jendral, pekikan merdeka atau mati terus berkibar.


.2011