BERAT
bulan memaki jalan buram
tersemai serakan bait nan hitam
menggugat takdir yang kelam
saat jiwa raga hampir karam
jeratan pilu terus menghantui
tersimpuh pada malam yang sepi
bukan sebuah harmoni
mereka bilang itu ironi
gelap beri warna makin pekat
diujung mimpi yang terikat
tertunda nyanyian sang malaikat
otak ini semakin berkarat.....
--08/2011
K.O
Tampilkan postingan dengan label Kaum Outsider. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaum Outsider. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Agustus 2011
LETIH DAN MATI
LETIH DAN MATI
menanti ajal sambil belajar mimpi
persetan dengan kemurnian
lepaskan segala kemunafikan
berpijak pada langkah pasti
kebebasan jangan pernah terpatri
ujung tanduk menyisahkan amarah
kala jiwa haus dipadang tandus
bungkam segala asa
lelah terpaksa temui nyata
sisakan jarum dalam nadi
perih, pedih lantas mati...!!!!
---08/2011
K.O
menanti ajal sambil belajar mimpi
persetan dengan kemurnian
lepaskan segala kemunafikan
berpijak pada langkah pasti
kebebasan jangan pernah terpatri
ujung tanduk menyisahkan amarah
kala jiwa haus dipadang tandus
bungkam segala asa
lelah terpaksa temui nyata
sisakan jarum dalam nadi
perih, pedih lantas mati...!!!!
---08/2011
K.O
DURHAKA
DURHAKA
dipelataran sunyi
ku terhempas tak berdiri
memaki, memuji dan mengkaji
tentang kaki ibu
sejauh jalan ia berdarah
tentang keringat ayah
selama kuat ia tegak...
ku kais sisa nasehatmu
ku ukir dalam kegelapanku
kumaki saat sadarku
aku adalah durhaka...
wahai ENGKAU penguasa jagat
sampaikan sujudku
tentang khilaf ini padanya....
---08/2011
K.O
dipelataran sunyi
ku terhempas tak berdiri
memaki, memuji dan mengkaji
tentang kaki ibu
sejauh jalan ia berdarah
tentang keringat ayah
selama kuat ia tegak...
ku kais sisa nasehatmu
ku ukir dalam kegelapanku
kumaki saat sadarku
aku adalah durhaka...
wahai ENGKAU penguasa jagat
sampaikan sujudku
tentang khilaf ini padanya....
---08/2011
K.O
BENDERA KUNING
BENDERA KUNING
bendera kuning telah berkibar
di pelataran nurani
yg merdeka pun akan mati
sampaikan pada tirani negri
agar merah tetap berani
dan putih tetap bersih...
17/08/2011
K.O
bendera kuning telah berkibar
di pelataran nurani
yg merdeka pun akan mati
sampaikan pada tirani negri
agar merah tetap berani
dan putih tetap bersih...
17/08/2011
K.O
perempuan malam
perempuan malam
kau pacu langkah lelah
saat fajar hampir menyapa
bisik purnama yang menghitam
sisa cinta yang kau jual
kau elus hatimu
sebuah sesal yg mengganggu
oleh jerit anakmu
dengan sisa tetek sang tamu
lantunan doa subuh
iringi paksa senyummu
mengarungi keruhnya jiwa
nasib yang sekarat...
--08/2011
K.O
kau pacu langkah lelah
saat fajar hampir menyapa
bisik purnama yang menghitam
sisa cinta yang kau jual
kau elus hatimu
sebuah sesal yg mengganggu
oleh jerit anakmu
dengan sisa tetek sang tamu
lantunan doa subuh
iringi paksa senyummu
mengarungi keruhnya jiwa
nasib yang sekarat...
--08/2011
K.O
SEMPURNA
SEMPURNA
KAU mencipta dengan maha sempurna
insan yg kalah KAU sempurnakan kekalahannya
insan bahagia juga KAU sempurnakan bahagianya
mawar merekah KAU sempurnakan wanginya
purnama juga KAU sempurnakan indahnya
hingga sampah pun juga KAU sempurnakan dengan nasibnya
tolong KAU sempurnakan malamku
dengan gelap dan kesunyian
agar sempurna juga kekalahanku
malam ini dan malam nanti...
dan tolong KAU sempurnakan bahagianya
dengan mendapat yg lebih sempurna
dari sampah yang sempurna ini...
17/08/2011
K.O
KAU mencipta dengan maha sempurna
insan yg kalah KAU sempurnakan kekalahannya
insan bahagia juga KAU sempurnakan bahagianya
mawar merekah KAU sempurnakan wanginya
purnama juga KAU sempurnakan indahnya
hingga sampah pun juga KAU sempurnakan dengan nasibnya
tolong KAU sempurnakan malamku
dengan gelap dan kesunyian
agar sempurna juga kekalahanku
malam ini dan malam nanti...
dan tolong KAU sempurnakan bahagianya
dengan mendapat yg lebih sempurna
dari sampah yang sempurna ini...
17/08/2011
K.O
Kamis, 11 Agustus 2011
BERAT
BERAT
bulan memaki jalan buram
tersemai serakan bait nan hitam
menggugat takdir yang kelam
saat jiwa raga hampir karam
jeratan pilu terus menghantui
tersimpuh pada malam yang sepi
bukan sebuah harmoni
mereka bilang itu ironi
gelap beri warna makin pekat
diujung mimpi yang terikat
tertunda nyanyian sang malaikat
otak ini semakin berkarat.....
--08/2011
K.O
bulan memaki jalan buram
tersemai serakan bait nan hitam
menggugat takdir yang kelam
saat jiwa raga hampir karam
jeratan pilu terus menghantui
tersimpuh pada malam yang sepi
bukan sebuah harmoni
mereka bilang itu ironi
gelap beri warna makin pekat
diujung mimpi yang terikat
tertunda nyanyian sang malaikat
otak ini semakin berkarat.....
--08/2011
K.O
Selasa, 09 Agustus 2011
Opiniku
opiniku
Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan
Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan
Padahal disekitarnya petani berjalan pincang
Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang ( kok bisa ? )
Bahkan lebih keji
Dari binatang macan
Tampar kiri kanan alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupan
Intip kiri kanan lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan
(lyric: bang iwan)
buat instropeksi diri....
Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan
Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan
Padahal disekitarnya petani berjalan pincang
Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang ( kok bisa ? )
Bahkan lebih keji
Dari binatang macan
Tampar kiri kanan alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupan
Intip kiri kanan lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan
(lyric: bang iwan)
buat instropeksi diri....
Minggu, 07 Agustus 2011
ROTASI BULAN SABIT
ROTASI BULAN SABIT
bentang kasat mata memandang saat bulan sabit mendambakan pucuk purnama
tak hiraukan saat gelap, kelam,kabut dan hujan menyapa
tetap saja sinarnya dengan bintang-bintang kejora
kesempurnaan tekat bulat terangi malam waktu demi waktu...
takkan lenyap oleh waktu dan lampu-lampu jalan
tampak pada kejauhan sayup-sayup mercusuar menantangnya
sebuah kiasan keagungan TUHAN yang dilupakan
seakan hanya hiasan langit tak bertuan.
tak mampu alam sadar ini bergumam
betapa damainya ketika purnama tak redup lagi
indahnya lukisan malamMU dibalut gema suara jangkrik seakan menambah melody kehidupan diatas tanah loh jinawi ini..
hingga kokok ayam bersahutan dengan adzan subuh yang disudahi oleh do'a-do'a
mengiringi langkah-langkah penikmat malam dan pemburu cinta pulang kerumahnya...
sebentar lagi diujung timur datang sang mentari dengan pelan-pelan merayap tapi pasti,
merah jingga telah nampakkan wajahnya persis dikaki laut lepas.... panas dan panas saat menyambut penghuni bumi terbangun dari mimpinya..
wahai umat manusia kini engkau berada di alam nyata..
hiruk pikuk kesibukan oarang-orang pencari nafkah
pengayuh becak,pengais tempat sampah,pemain topeng monyet,aparat keparat,semuanya sama tak berbeda beradu dalam beringasnya kehidupan kota..
sampai matahari berdiri tepat diubun kepala semua kan merasakan panas tak terkecuali hati nurani,, apa saja kan dilakukan seakan neraka di kehidupan nyata, bengis,kejam dan tega..!!! yaaa itulah adanya..
makan sesama manusia,menghisap darah antar sesama,buhuh saudara sedarah,menginjak harga diri senidiri,mengagungkan kuasa, dan uang diatas segalanya, hingga kemuliaan tertutup kemaluan..
telah sampai mentari menghiasi langit di dinting barat, seakan ingin cepat pulang dan sembunyi dibalik gunung-gunung itu, dia malu!!!!!
senjaku tlah datang kembali, kerakusan dan kebisingan mereka terbawa oleh mimpi-mimpi mmabukkan hingga terlelap..
selamat datang kembali bulan sabit
purnamamu masih kan setia menggumu dengan bintang-bintang
para pemuja malam menantimu dipinggir-pinggir pantai, ditrotoar jalan, di penghujung nasib,di persimpangan bimbang dan dimanapun kau kan dinanti...
takkan kubiarkan azzuri ku pergi lagi..
kan ku tunggu sampai kau sempurnakan purnamamu sejukkan dan sinari jiwa ini...
15/JUNI/2011
K.O
bentang kasat mata memandang saat bulan sabit mendambakan pucuk purnama
tak hiraukan saat gelap, kelam,kabut dan hujan menyapa
tetap saja sinarnya dengan bintang-bintang kejora
kesempurnaan tekat bulat terangi malam waktu demi waktu...
takkan lenyap oleh waktu dan lampu-lampu jalan
tampak pada kejauhan sayup-sayup mercusuar menantangnya
sebuah kiasan keagungan TUHAN yang dilupakan
seakan hanya hiasan langit tak bertuan.
tak mampu alam sadar ini bergumam
betapa damainya ketika purnama tak redup lagi
indahnya lukisan malamMU dibalut gema suara jangkrik seakan menambah melody kehidupan diatas tanah loh jinawi ini..
hingga kokok ayam bersahutan dengan adzan subuh yang disudahi oleh do'a-do'a
mengiringi langkah-langkah penikmat malam dan pemburu cinta pulang kerumahnya...
sebentar lagi diujung timur datang sang mentari dengan pelan-pelan merayap tapi pasti,
merah jingga telah nampakkan wajahnya persis dikaki laut lepas.... panas dan panas saat menyambut penghuni bumi terbangun dari mimpinya..
wahai umat manusia kini engkau berada di alam nyata..
hiruk pikuk kesibukan oarang-orang pencari nafkah
pengayuh becak,pengais tempat sampah,pemain topeng monyet,aparat keparat,semuanya sama tak berbeda beradu dalam beringasnya kehidupan kota..
sampai matahari berdiri tepat diubun kepala semua kan merasakan panas tak terkecuali hati nurani,, apa saja kan dilakukan seakan neraka di kehidupan nyata, bengis,kejam dan tega..!!! yaaa itulah adanya..
makan sesama manusia,menghisap darah antar sesama,buhuh saudara sedarah,menginjak harga diri senidiri,mengagungkan kuasa, dan uang diatas segalanya, hingga kemuliaan tertutup kemaluan..
telah sampai mentari menghiasi langit di dinting barat, seakan ingin cepat pulang dan sembunyi dibalik gunung-gunung itu, dia malu!!!!!
senjaku tlah datang kembali, kerakusan dan kebisingan mereka terbawa oleh mimpi-mimpi mmabukkan hingga terlelap..
selamat datang kembali bulan sabit
purnamamu masih kan setia menggumu dengan bintang-bintang
para pemuja malam menantimu dipinggir-pinggir pantai, ditrotoar jalan, di penghujung nasib,di persimpangan bimbang dan dimanapun kau kan dinanti...
takkan kubiarkan azzuri ku pergi lagi..
kan ku tunggu sampai kau sempurnakan purnamamu sejukkan dan sinari jiwa ini...
15/JUNI/2011
K.O
MENANTI SUNYI
MENANTI SUNYI
pada masanya nanti harga diri akan telanjang kaki
ambisi diatas segala ambisi
pada kebutaan hati yg mirip ironi
jiwaku yang mati diujung mimpi
menanti keindahan sang sunyi....
BWI 31/07/11
pada masanya nanti harga diri akan telanjang kaki
ambisi diatas segala ambisi
pada kebutaan hati yg mirip ironi
jiwaku yang mati diujung mimpi
menanti keindahan sang sunyi....
BWI 31/07/11
Jumat, 29 Juli 2011
SIKSA
SIKSA
duka saat matahari terbit hanyalah sandiwara alam yang kadang iba dan kadang bimbang... temaram diujung bukit takkan pergi kala senja di dada terbias oleh sinar bulan.. betapa malamku dambakan kesunyian yang hakiki pada kaum-kaum yang bimbang tentang hari esok
duka saat matahari terbit hanyalah sandiwara alam yang kadang iba dan kadang bimbang... temaram diujung bukit takkan pergi kala senja di dada terbias oleh sinar bulan.. betapa malamku dambakan kesunyian yang hakiki pada kaum-kaum yang bimbang tentang hari esok
Langganan:
Postingan (Atom)