Tampilkan postingan dengan label Dahan Ranting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dahan Ranting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

"tidak ada pahlawan"

"tidak ada pahlawan"

dipikiran kita,
orang hilir mudik,
beri janji, beri harap,
beri nyawa, beri berhala.

yang mati dibangunkan,
yang hidup ditidurkan,

lalu tulis berita dengan reklame panjang,
dan sejumlah media surat kabar,
bahwa pahlawan kita sudah datang....

manaa....TIDAK ADA....tuh....!!!

+++
Dahan
Bdg, 11-08-2011

"merdeka"

"merdeka"

hari merdeka
hari pesta raya
bagimu...

hari duka
tanpa cita
apalagi cinta
bagiku...

siapa pemilik merdeka??
bangsa miskin terkatung
dalam tempurung
hanya mengdongkrak
sedikit alis mata
para tamu dipesta raya

kita merdeka
kita yang mana
jangan bilang kita
jika ternyata
hanya ada kamu dan dia
bukan aku dan kami
tapi kalian...

uparaca hanya ritual
kecup pipi kanan kiri
setelah itu
bubar jalan....

Tengok lah
diluar pagar besimu
si miskin meminta
sedikit saja rasakan
indahnya bercinta
dengan yg namanya merdeka

Dahan,
Bdg, 15082011

"tertikam marah"

"tertikam marah"

harga diri mengalir diselokan darah,
nafas ada di perahu dayung,
sendiri berlabuh tanpa kemudi,
awaknya mati suri tertikam marah,
saat itu, akal adalah sebongkah emas...

lihatlah... elang simata tajam,
memantau gerak gerik camar,
sayapnya mengepak menghalau cahaya,
dan membawa angin pergi,
menjauh dari rongga dada...

+++
Dahan
Bdg, 12-08-2011

Perisai

"perisai"

jari jemari lemah kaku,
senja kelam berubah beku,
tajam parang bekas perang,
menghabisi sisa asa dijariku...

aku masih tegak berdiri,
walau gontai angin menerjang,
walau kilat masih memburu karang,
diawan hitam itu kusembunyikan mata,
biar dunia kencang tertawa...

ku tantang surya berkilau,
mataku sudah berperisai,
ku lumat angin membeku,
batu kerikil sudah ku ubah menjadi baju...

+++
Dahan
Bdg, 17082011

"ngigau anak negeri"

"ngigau anak negeri"

bising penat terbawa deru,
dinding kabut tergerus debu,
perjalanan pagi mencari sumbu,
terkuras terbuang terkena peluru...

cahaya langit tinggal sejilat,
tak sampai siang habis terlumat,
nafsu serakah penyakit kumat,
ciri negeri diurus laknat...

sini bawa angin melaju,
dipantai itu kutelusuri rayu,
rangkai awan dendangkan lagu,
penyair pelantun tersipu malu...

jasa pahlawan terbingkai manis,
diruang rapat membuat ngiris,
terang cahaya gelap terasa,
peserta rapat bermuka dua...

jangan bicara masalah hati,
hati ini sudah habis kau racuni,
jangan bicara cinta kasih suci,
cinta ini hilang karena kau curi...

jika kau tak suka terangnya siang,
mengapa malam kau dekap bulan,
kau lucuti keping sinar matahari,
lalu kau jual menjadi pisau belati...

disini kau membuang hidup kami,
disana kau tikam nyawa dengan duri,
dimana janji waktu kau rayu kami,
kemana muka polosmu waktu kau pinang kami...

Huuhhh....emosiku makin menjadi jadi....

Dahan
Bdg, 19082011

Kamis, 11 Agustus 2011

"cemburu"

"cemburu"

cemburu itu,
pagi pagi mendatangiku,
tampak jelas ada gundah dirautnya yg resah,
sepuluh hari berlalu,
kekasih belum juga beri tanda membuka pintu...

+++
Dahan
Bdg, 11-08-2011

Minggu, 07 Agustus 2011

"Cadas"

"Cadas"

mulutmu berterjal batu,
cadas.....

jarimu bermuka paku,
tajam...

kau liukkan flamboyan
hingga riuhnya menghening...

huhhh.....

...

Kamis, 28 Juli 2011

.

.

maka
apa nasib terbingkai
hingga kacanya kusam
lalu terhinggapi noda

maka
apa hati terbungkus
oleh selembar tangisan
hingga hati terhanyut

ya...
setidaknya aku masih bisa mengandalkan mimpi...

+++
Dahan
28-07-2011

Jumat, 22 Juli 2011

"Gaduh"

"Gaduh"

rumah rakyat gaduh,
beramai ramai ribut menuduh,
cemooh dan pembelaan riuh,
suasana kacau bikin jenuh,
orang diam takut dijadikan tertuduh,
orang ngantuk terjaga lalu pura pura mengeluh...

istana terusik,
ponggawanya balas mengusik,
ribut sana sini bikin berisik,
koar mengkoar,
jampe menjampe,
sumpah serapah untuk masalah sampah...

perkara urusan diri sendiri,
nasib jelata terlupakan lagi,
saling jotos penguasa negeri,
segera mencari kambing hitam lagi....

+++
Dahan Ranting
Bandung, 21-07-2011