Ketika kubaca paragrafmu
muncul bayangan guru kita
tiba-tiba dan begitu saja
sangat bersahaja penampilannya
tapi hebat semangat pengabdiannya
Ketika kubaca paragrafmu
muncul bayanganku, bayanganmu
dan juga teman-teman kita
ketika waktu itu memilah dan memilih
mana opini mana fakta
ketika waktu itu memilah dan memilih
mana kasih, mana sayang, mana asmara
mana birahi, mana pula cinta
yang ternyata punya makna
yang berbeda-beda
Dan ketika kucoba
menyusun kembali paragaraf
demi paragraf yg dulu pernah kita baca
Oiii...betapa gelombang birahi dan asmara
deburnya hancur seketika
menerjang kokoh karang iman
menerpa tegap tebing taqwa
dan kita pun lindap di biru cakrawala
cinta
NYA
Dan ketika kini kita beranjak tua
Di Padepokan ini kita susun lagi
paragraf induktif dan deduktif
naratif, argumentatif, dan persuasif
yang kreatif inovatif
yang konstruktif aplikatif
dalam bingkai afektif normatif
BERTAQWA PADA ILLAHI
MENGUASAI TEKNOLOGI
SANTUN DAN BAIK BUDI
NGADIREJO, 11 JUNI 2011
Tampilkan postingan dengan label Drs. Agus Sukoco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drs. Agus Sukoco. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Juli 2011
SAJAK BUAT JARAN DAWUK
Ketika langit dan bumi tidak lagi kompromi
saat hujan hujatan membanjirkan caci maki
dan membobol tanggul-tanggul etika
memporak-porandakan bangunan kerukunan
dari kota-kota sampai ke desa-desa
dan hawa dingin pun membekukan rasa iba
kau muncul tiba-tiba
di ujung cakrawala
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
ringkikmu kudengar
sukmaku menggeletar
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
derap langkah kaki tegarmu
merangsang denyut nadi
dan memicu
dan memacu
birahi seniku
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
ketika kau tunjukkan ketangkasanmu
birahi yang kupendam tak tertahankan lagi
segera kusenggamai situasi
dan lahirlah bayi- bayi puisi
yang berteriak atas keadilan
yang terinjak
yang menjerit atas kebenaran
yang terjepit
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
hendak ke manakah engkau berlari
Bumi dan langit manakah yang hendak kau singgahi
Jaran Dawuk....Jaran Dawuk
Siapakah yang menunggangi pungungmu kini
Jaran-Dawuk...Jaran Dawuk
adakah suatu ketika kita bertemu di padang damai
merumput bersama hijau gurih rahmat ILLAHI
Ngadirejo, 27 Juni 2011
saat hujan hujatan membanjirkan caci maki
dan membobol tanggul-tanggul etika
memporak-porandakan bangunan kerukunan
dari kota-kota sampai ke desa-desa
dan hawa dingin pun membekukan rasa iba
kau muncul tiba-tiba
di ujung cakrawala
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
ringkikmu kudengar
sukmaku menggeletar
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
derap langkah kaki tegarmu
merangsang denyut nadi
dan memicu
dan memacu
birahi seniku
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
ketika kau tunjukkan ketangkasanmu
birahi yang kupendam tak tertahankan lagi
segera kusenggamai situasi
dan lahirlah bayi- bayi puisi
yang berteriak atas keadilan
yang terinjak
yang menjerit atas kebenaran
yang terjepit
Jaran Dawuk...Jaran Dawuk
hendak ke manakah engkau berlari
Bumi dan langit manakah yang hendak kau singgahi
Jaran Dawuk....Jaran Dawuk
Siapakah yang menunggangi pungungmu kini
Jaran-Dawuk...Jaran Dawuk
adakah suatu ketika kita bertemu di padang damai
merumput bersama hijau gurih rahmat ILLAHI
Ngadirejo, 27 Juni 2011
Langganan:
Postingan (Atom)