Cemara di Jiwa sang Laut
By : Ayano Rosie
angin bawa aku pada cemara
menyayikan kidung sendu
mencari jiwa jiwa yang merampas harap
menelisik hamparan biru di bawah sana
di sana jiwaku,
memayungi jiwamu yang teduh
membawa cemaraku ke dalam sukma lautmu
karena kaulah cemara sang laut
tempat teduhkan gelombang yang datang menyampaikan buih
laut, adakah yang dapat mendefenisikannya padaku
pada airnya yang biru memantul ke langit
pada keras batu karangnya tempat persingahan sepasang camar
atau sekedar mengukur hatimu di kedalamnya
seperti apa rupamu wahai laut
saat gelombang meninggikanmu memeluk pantai
dan deru amarahmu yang kau titipkan pada ombak
senghempaskannya tanpa iris tangis sedu
hingga cemara senantiasa merindangkan daunnya
sekedar tuk mengirimkan pesan pada desiran pantaimu
dan sekedar melambaikan rantingnya
bersemayam dalam hamparan birumu
Strowbery Makassar,20110817
Tampilkan postingan dengan label Ayano Rosie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayano Rosie. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Agustus 2011
Jumat, 29 Juli 2011
CELOTEH PAGI
CELOTEH PAGI
sepagi ini kau berceloteh
Tentang kicau burung
Tentang mentari dan rembulan
...Semalam
Seterang ini kau berkisah
Pada awan yang masih merah
Pada langit jingga di timur
Merona di bibir mungilmu
Tapi....
Apa kau tahu???
Bintang cemburu semalam?
Rasi tak menemani sepingkal mimpi
20110609
sepagi ini kau berceloteh
Tentang kicau burung
Tentang mentari dan rembulan
...Semalam
Seterang ini kau berkisah
Pada awan yang masih merah
Pada langit jingga di timur
Merona di bibir mungilmu
Tapi....
Apa kau tahu???
Bintang cemburu semalam?
Rasi tak menemani sepingkal mimpi
20110609
Kamis, 28 Juli 2011
Ranjang Aksara
"Ranjang Aksara"
: Driya Widiana M S
1)
aku tak tahu kemana ranjang itu
...pergi menemui kelambu
ataukah,
sekedar bersembunyi di lorong waktu
pun tak tahu aksaramu
telah berkunjung di sela jemari
menahan air agar tak mengaliri tubuh
dan, kau,hanya tersipu
elok rupamu membius imaji, kau
berujar sayang pada aksara
sedang perpustakaan kata
dikerangkeng dalam bilik kuasmu
2)
masih...
malam melingkar dalam pelukku
di rembulan semalam, kau mengecup keningku
dan kubelai mimpi dalam pagimu
rona merah bibirmu
masih mengeja di rasaku
hingga lelehan pergumulan semalam
masih di ranjang kasihmu
menempel di rongga asmara
3)
mungkin malam
membawanya pada kelam.
hingga rindu tak berpeluk di pelipis
hanya mampir mengecup asa
lalu
...pergi menemu malam
tak usah gusar
jemari, masih meraba
hadir mu di ruas ruasnya
ia hanya alpa
esok kembali meniti rindu
dan menjamah di ranjang mimpi
menebar senyum pada birahi
kelam. terpekur seorang diri
menahan cemburu
makassar, 20110726
: Driya Widiana M S
1)
aku tak tahu kemana ranjang itu
...pergi menemui kelambu
ataukah,
sekedar bersembunyi di lorong waktu
pun tak tahu aksaramu
telah berkunjung di sela jemari
menahan air agar tak mengaliri tubuh
dan, kau,hanya tersipu
elok rupamu membius imaji, kau
berujar sayang pada aksara
sedang perpustakaan kata
dikerangkeng dalam bilik kuasmu
2)
masih...
malam melingkar dalam pelukku
di rembulan semalam, kau mengecup keningku
dan kubelai mimpi dalam pagimu
rona merah bibirmu
masih mengeja di rasaku
hingga lelehan pergumulan semalam
masih di ranjang kasihmu
menempel di rongga asmara
3)
mungkin malam
membawanya pada kelam.
hingga rindu tak berpeluk di pelipis
hanya mampir mengecup asa
lalu
...pergi menemu malam
tak usah gusar
jemari, masih meraba
hadir mu di ruas ruasnya
ia hanya alpa
esok kembali meniti rindu
dan menjamah di ranjang mimpi
menebar senyum pada birahi
kelam. terpekur seorang diri
menahan cemburu
makassar, 20110726
Selasa, 26 Juli 2011
Pintu Pintu mimpi
di pintu keindahan tangan kurangkai membelai anganmu
ku dekap tak biarkan hatimu kelam
di semenanjung liku
ku kabarkan cinta dan sayang
bawa segumpal mimpi
masuklah, temui mimpi yang sama
dari gumpalan kekelaman hati
mencari pintu mana beri terang
mengetuk cermin mana pantulkan kasih
masuklah, lingkarkan tanganmu di cemara jiwa
kelak kan kau hadiahi mimpi dengan nyata
masuklah, temui mimpi yang sama dari ku
dari gumpalan kekelaman hati
mencari pintu mana beri terang
mengetuk cermin mana pantulkan kasih
masuklah, lingkarkan tanganmu di cemara jiwa
kelak kan kau hadiahi mimpi dengan nyata
tak perlu meminta pintu mana di ketuk
segala arah pintu terbuka
melebarkan mimpi yang tak sempurnah
mengabarkan nyata dalam kelam
ku dekap tak biarkan hatimu kelam
di semenanjung liku
ku kabarkan cinta dan sayang
bawa segumpal mimpi
masuklah, temui mimpi yang sama
dari gumpalan kekelaman hati
mencari pintu mana beri terang
mengetuk cermin mana pantulkan kasih
masuklah, lingkarkan tanganmu di cemara jiwa
kelak kan kau hadiahi mimpi dengan nyata
masuklah, temui mimpi yang sama dari ku
dari gumpalan kekelaman hati
mencari pintu mana beri terang
mengetuk cermin mana pantulkan kasih
masuklah, lingkarkan tanganmu di cemara jiwa
kelak kan kau hadiahi mimpi dengan nyata
tak perlu meminta pintu mana di ketuk
segala arah pintu terbuka
melebarkan mimpi yang tak sempurnah
mengabarkan nyata dalam kelam
Jumat, 22 Juli 2011
Surat Kepada Bintang II
SURAT KEPADA BINTANG
Part II/
...
Malam menjenguk bulan
Melerai bumi dipijakan
Merayu bintang tuk berkedip
:senyap mengusung meteor
Kepada bintang, bulan tersenyum
Atas bumi langit memeluk
Beriak di tusukan hari
Kepada bumi bulan bercahaya
Kisah bintang tak berpola
Larut terik disejuk bumi
: menangis
Ini kisah bintang
Di bulan ranum memendam
Langit jingga di lengkung bumi
: layu lebur
Strawberry Makassar, 20110612
Part II/
...
Malam menjenguk bulan
Melerai bumi dipijakan
Merayu bintang tuk berkedip
:senyap mengusung meteor
Kepada bintang, bulan tersenyum
Atas bumi langit memeluk
Beriak di tusukan hari
Kepada bumi bulan bercahaya
Kisah bintang tak berpola
Larut terik disejuk bumi
: menangis
Ini kisah bintang
Di bulan ranum memendam
Langit jingga di lengkung bumi
: layu lebur
Strawberry Makassar, 20110612
Langganan:
Postingan (Atom)