Minggu, 21 Agustus 2011

Buatmu Jenderal Sudirman, Kukisahkan Hikayat Perjuangan Kami

Buatmu Jenderal Sudirman, Kukisahkan Hikayat Perjuangan Kami
Karya ; Husni Hamisi

Di sebuah siang yang sial, ikan-ikan berenang dengan sendirinya, tiga ekor kecil melompat menggelepar pada sudut mata, meluncur meninggalkan riak gelombang di kolamku yang pasang, musim penghujan meruapkan banjir menggenang ingatanku. Kemerdekaan, pohon itu berkibar menjatuhkan helai-helai kisah keserakahan anak negeri ini. cita-citamu membusuk menguraikan diri di dasar kolam, rumah ikan-ikan kecil rakyat jelata yang berenang - renang kelaparan.

Jendral, tulang-tulangmu pernah kulihat berkibar,putih berapi-api, ceceran darahmu pernah kulihat berkobar, merah menyala-nyala, saat mereka, anak-anak negeri ini merayakan pesta pemilihan itu. Kulihat kau bangkit dalam orasi mereka, negeri ini kaya jendral, kata mereka memanah kami dengan harapanmu, kolam darah yang kau tampung dari tubuh - tubuh pahlawan tanpa nama, tanpa pangkat, tanpa jabatan meluber ke dada kami, mata - mata kami. di sebuah siang, saat pesta musiman itu mereka rayakan.

Jendal, kubayangkan suara pekik merdeka mengaum membahana, saat kau dengan selengan keris menusuk langit mengocarngacirkan asa para penjajah, biar darah menetes ke tanah patang surut kami kembali. Allahu Akbar, bambu - bambu runcing menjatuhkan tank keserakahan penjajah. Allahu Akbar, bedil - bedil rakitan memuntahkan cinta tanahair menghantam keserakahan penjajah. maka,

Di sebuah siang yang sial, anak-anak pemilihan itu datang dengan kisah keserakahan yang kau perangi dahulu kala, anak-anak pemilihan itu datang dengan cinta tuk menjajah cita - citamu lagi, melawan kami, ikan - ikan kecil yang berenang di kolam air yang selalu pasang, Allahu Akbar, ikan - ikan ini terus melawan meskipun tak pernah terdengar berita, dengan bambu doa yang meruncing kutukan darah. sampai nanti, sampai mereka yang menyiakan citamu itu terkubur terbenam, berkumpul denganmu di alam sana.

Padamu jendral, pekikan merdeka atau mati terus berkibar.


.2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar